Erupsi Terkini: Penutupan Bandara Masih Diperpanjang
UGCTips & Trik

Erupsi Terkini: Penutupan Bandara Masih Diperpanjang

A
Ditulis oleh amisyr
6 September 2026221 dibaca

Jakarta — Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berdampak pada aktivitas penerbangan. Sebaran abu vulkanik yang terdeteksi di sejumlah wilayah udara membuat penutupan sementara di tiga bandara diperpanjang pada Minggu, 6 September 2026.

Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara sebanyak enam bandar udara yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga selama 4 jam sejak waktu terakhir penutupan.

Perpanjangan tersebut langsung diumumkan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi dalam konferensi pers secara daring pada hari ini, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

  • "Terkait dengan penerbangan khususnya penutupan bandara, per waktu sekarang ini kami kemungkinan akan masih melakukan penutupan sampai 4 jam ke depan," ujar Dudy.

Keputusan ini bukan sekadar soal jarak pandang. Abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan pesawat, sehingga operasional penerbangan harus dihentikan sementara sampai kondisi dinilai aman.

Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika dari AirNav Indonesia, tiga bandara yang paling terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung

Untuk sementara, status penutupan operasionalnya adalah

Soekarno-Hatta, Tangerang: diperpanjang hingga 17.30 WIB

Halim Perdanakusuma, Jakarta: diperpanjang hingga 18.00 WIB

Radin Inten II, Lampung: diperpanjang hingga 18.00 WIB

Perpanjangan penutupan sementara juga berlaku di Bandara Budiarto Curug (RTO) hingga pukul 17.30 WIB dan Bandara Pondok Cabe (PCB) hingga pukul 14.00 WIB, termasuk Bandara Husein Sastranegara, Bandara Pagar Alam, dan Bandara M Taufiq Kiemas

Waktu-waktu tersebut bukan berarti bandara pasti langsung kembali normal setelah jam penutupan berakhir.

Pembukaan kembali tetap bergantung pada evaluasi kondisi abu vulkanik, cuaca, serta informasi keselamatan penerbangan terbaru.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya juga mencatat sementara terdapat tiga kabupaten dan 15 kecamatan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Wilayah terdampak berada di Provinsi Lampung dan Banten, termasuk sejumlah wilayah Jabodetabek.

🌋 Kenapa abu vulkanik bisa membuat pesawat berhenti terbang?

Abu vulkanik bukan seperti debu biasa. Partikelnya sangat halus dan dapat terbawa angin hingga jauh dari lokasi gunung api.

Ketika masuk ke mesin pesawat dalam konsentrasi tertentu, partikel abu dapat meleleh akibat temperatur mesin yang sangat tinggi dan kemudian menempel pada komponen mesin. Kondisi ini berpotensi mengganggu kinerja mesin.

Abu juga dapat mengganggu sensor pesawat, mengurangi jarak pandang, serta menyebabkan abrasi pada bagian pesawat.

Karena itu, ketika abu vulkanik terdeteksi di jalur atau area operasional penerbangan, menunda penerbangan jauh lebih aman daripada mengambil risiko.

🛫 Dampaknya sudah terasa ke ratusan penerbangan

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada satu-dua penerbangan.

Data InJourney Airports pada pagi hari menunjukkan ratusan penerbangan terdampak akibat penutupan tiga bandara tersebut. 

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): 202 penerbangan terdampak, dengan rincian: Cancel 172 penerbangan, Delay 18 penerbangan, Postpone 7 penerbangan, Divert 4 penerbangan, Return to Base (RTB)  1 penerbangan.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP): 29 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel

Bandar Udara Radin Inten II (TKG): 8 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus cancel.

Kondisi di Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang paling terasa karena bandara ini merupakan salah satu simpul penerbangan terbesar di Indonesia.

Penumpang yang terdampak juga mendapatkan penanganan dari pihak bandara dan maskapai, termasuk layanan makanan dan minuman, pengaturan transportasi menuju hotel untuk kondisi tertentu, serta layanan pemulihan penerbangan sesuai prosedur.

☁️ Abu Krakatau bergerak cukup luas

Yang membuat situasi ini menarik adalah lokasi abu tidak berhenti di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Laporan terbaru menyebutkan abu vulkanik telah menyebar ke wilayah udara yang cukup luas, termasuk wilayah Banten, Jakarta, Lampung dan sebagian Jawa. Reuters melaporkan kolom abu erupsi bahkan mencapai ketinggian sekitar 50.000 kaki di atas Sumatra dan sekitar 20.000 kaki di atas Jawa. (Reuters)

Inilah alasan mengapa dampaknya bisa terasa hingga wilayah yang cukup jauh dari gunung.

Jadi, meskipun secara kasatmata langit di suatu kota terlihat relatif normal, kondisi di ketinggian yang digunakan pesawat bisa saja berbeda.

Untuk masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat hari ini, satu hal yang paling penting: jangan hanya mengandalkan jadwal di tiket.

Periksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau bandara karena kondisi erupsi dan pergerakan abu dapat berubah dengan cepat.

🚨 Jadi, kapan bandara kembali normal?

Belum bisa dipastikan hanya berdasarkan jam penutupan yang tercantum saat ini.

Penutupan bandara akibat abu vulkanik biasanya bersifat dinamis. Jika pemeriksaan berikutnya menunjukkan kondisi sudah aman, operasional dapat kembali dibuka.

Dengan kata lain, jam 13.30 atau 14.00 WIB bukan jaminan pesawat langsung terbang kembali.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama.

Update terakhir: Minggu, 6 September 2026 15.00

Informasi dapat berubah mengikuti kondisi erupsi, pergerakan abu vulkanik, cuaca, dan penerbitan NOTAM terbaru oleh otoritas penerbangan.

#keselamatanandalalin berlaku berapa lama#kebijakan#erupsi#penerbangan
A

amisyr

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan