Konser Lagi, Macet Lagi!
UGCAndalalin

Konser Lagi, Macet Lagi!

A
Ditulis oleh amisyr
17 September 20267 dibaca

Bukan konsernya yang salah. Bisa jadi traffic management-nya yang belum siap.

Pernah nggak, ada konser besar dan tiba-tiba perjalanan yang biasanya 30 menit berubah jadi 1–2 jam penuh drama? 😭

Padahal kamu bahkan nggak ikut konsernya. 

Kenapa bisa begitu?

Karena konser besar bukan cuma mendatangkan penonton. Ia juga menghasilkan lonjakan pergerakan orang dan kendaraan dalam waktu yang hampir bersamaan

Bayangkan puluhan ribu orang datang ke satu venue.

Kendaraan pribadi, taksi, ojol, shuttle, pejalan kaki, pengguna transportasi umum,

Semuanya menuju area yang sama.

Dan ketika konser selesai?

Semuanya pulang. Hampir bersamaan.

Di situlah potensi kemacetan terbesar muncul.

🚦 Bukan cuma soal jumlah kendaraan

Kemacetan biasanya terjadi ketika permintaan perjalanan melebihi kapasitas jaringan jalan yang tersedia.

Masalahnya bisa dimulai dari hal-hal kecil:

🚕 kendaraan berhenti sembarangan untuk menjemput penumpang

🛵 ojol menumpuk di depan venue

🚗 antrean kendaraan keluar parkir menutup akses jalan

🚶 pedestrian bercampur dengan arus kendaraan

🚦 simpang di sekitar venue tidak mampu menampung lonjakan arus

Satu titik mengalami bottleneck, antrean bisa merambat ke ruas berikutnya.

Dan suddenly, yang macet bukan cuma depan venue. Jalan di sekitarnya ikut terdampak. 

Maka, konser besar perlu “traffic planning

Solusinya bukan sekadar menambah petugas ketika jalan sudah macet.

Pergerakan penonton harus direncanakan sebelum acara dimulai.

Yang perlu dipikirkan antara lain:

1️⃣ Dari mana penonton datang?

Identifikasi asal perjalanan dan moda yang kemungkinan digunakan.

2️⃣ Mereka masuk lewat mana?

Akses kendaraan, parkir, shuttle, dan pedestrian perlu dipisahkan serta diatur.

3️⃣ Mereka pulang lewat mana?

Ini krusial karena peak traffic sering terjadi setelah acara selesai.

4️⃣ Di mana mereka dijemput?

Pick-up point taksi dan ojol harus jelas agar kendaraan tidak berhenti di badan jalan.

5️⃣ Bagaimana mengurangi kendaraan pribadi?

Transportasi umum dan shuttle dapat menjadi bagian penting untuk mengurangi tekanan pada jaringan jalan.

6️⃣ Bagaimana kalau lalu lintas mulai overload?

Harus ada skenario pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan secara cepat di lapangan.

Penonton juga manusia, bukan cuma “traffic”

Kalau stasiun atau halte tersedia dekat venue, bukan berarti masalah selesai.

Puluhan ribu orang tetap harus:

venue → pedestrian → halte/stasiun → transportasi umum → pulang.

Artinya, kapasitas trotoar, crossing, akses menuju halte, signage, crowd management, hingga layanan transportasi juga perlu diperhitungkan.

Good traffic management = kendaraan lancar + pedestrian aman + penonton bisa pulang dengan nyaman

📋 Lalu, di mana peran Andalalin?

Untuk kegiatan yang memenuhi kriteria kewajiban Andalalin sesuai ketentuan, yang digunakan untuk menganalisis dampak bangkitan dan tarikan perjalanan terhadap lalu lintas di sekitarnya serta merumuskan penanganannya.

Kajian dapat melihat antara lain:

🚗 bangkitan dan tarikan perjalanan

🛣️ kapasitas ruas dan simpang

🅿️ kebutuhan parkir

🚕 akses dan drop-off/pick-up

🚌 penggunaan transportasi umum

🚶 pergerakan pedestrian

🚦 kebutuhan manajemen dan rekayasa lalu lintas

Jadi, Andalalin bukan sekadar “dokumen sebelum acara.”

Tujuannya adalah memastikan aktivitas berskala besar tetap dapat berlangsung dengan mempertimbangkan keselamatan, ketertiban, keamanan, dan kelancaran lalu lintas.

Karena konser yang sukses bukan cuma saat artis naik panggung.

The real success is when thousands of people can come, enjoy the show, and go home safely—without turning the surrounding roads into a parking lot. 🚦✨

Konser boleh ramai. Jalan jangan ikut konser. 😭

👉 Sebelum menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menghasilkan bangkitan lalu lintas besar, pastikan terlebih dahulu apakah kegiatan tersebut wajib Andalalin dan apa saja penanganan lalu lintas yang diperlukan.

#lalulintas#perkotaan#kemacetan#TransportasiPublik#integrasi#jakarta#kebijakanCLC, Concrete Level Crossing, ANDALALIN, perlintasan kereta api, manajemen lalu lintas
A

amisyr

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan