Suku Bunga The Fed Bikin Emas Antam & Global Layu
UGCKeuangan

Suku Bunga The Fed Bikin Emas Antam & Global Layu

F
Ditulis oleh fatehanshori
9 September 20265 dibaca

Sinyal Hawkish The Fed Tekan Pasar Komoditas, Harga Emas Antam dan Global Terkoreksi

JAKARTA — Pasar logam mulia domestik dan global kompak berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Menguatnya spekulasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menjadi pemicu utama yang mengikis daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) tanpa imbal hasil.

Berdasarkan pembaruan resmi situs Logam Mulia, harga dasar emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pecahan 1 gram melorot sebesar Rp17.000 menjadi Rp2.610.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir.  

Tekanan lebih dalam terlihat pada harga pembelian kembali (buyback) emas Antam yang anjlok Rp20.000 ke level Rp2.460.000 per gram. Koreksi di pasar fisik domestik ini sejalan dengan dinamika pergerakan harga komoditas emas di tingkat internasional.  

Image

Tekanan Global: Suku Bunga dan Imbal Hasil Obligasi

Di pasar spot internasional, harga emas (XAU/USD) tertahan di kisaran US4.370 per troi ons, terkoreksi tajam dari rekor tertinggi pekan lalu yang sempat menyentuh level US4.510.  

Pemicu utama dari tren penurunan ini adalah rilis data tenaga kerja AS yang lebih solid dari perkiraan. Kondisi pasar tenaga kerja yang tetap ketat memperkuat estimasi para pelaku pasar bahwa The Fed masih akan mempertahankan sikap ketatnya (hawkish) dan membuka peluang kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan September.  

Langkah pengetatan moneter secara langsung memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) serta memperkuat posisi dolar AS. Bagi investor, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tetap seperti emas.

Para pelaku pasar kini bersiap mencermati rilis Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pekan ini untuk mengukur tingkat inflasi secara lebih presisi. Apabila angka inflasi bertahan tinggi, ruang koreksi bagi harga emas global maupun domestik diperkirakan masih terbuka dalam jangka pendek.

#hargaemas#logammulia#investasiemas#beritaekonomi#thefed#sukubunga#koreksihargaemas#ekonomiglobal#pasarfinansial
F

fatehanshori

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan