Jakarta direncanakan punya jalur MRT baru yang membuat perjalanan melintasi pusat kota semakin terhubung.
Salah satu segmen yang paling menarik adalah: Thamrin–Kwitang,
bagian dari MRT Jalur Timur–Barat (East-West Line) Fase 1 Tahap 1.
Kabar baiknya, proyek ini sudah bergerak ke tahap pengadaan konstruksi.
Pada Maret 2026, MRT Jakarta membuka tender untuk CP104 Underground Civil-3 (Thamrin–Kwitang). Paket ini mencakup pembangunan sekitar 1,76 km jalur bawah tanah dan tiga stasiun: Thamrin, Kebon Sirih, dan Kwitang. (MRT Jakarta)
🚧 Bahkan, Segmen Thamrin–Kwitang hanya merupakan dari koridor bawah tanah yang lebih panjang.
Dalam Fase 1 Tahap 1, MRT akan membentang sekitar 24,5 km
dari Tomang hingga Medan Satria, dengan total 21 stasiun.
Jalurnya melewati kawasan Tomang, Grogol, Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen hingga kawasan Jakarta Timur dan berakhir di Medan Satria. (MRT Jakarta)
Untuk bagian bawah tanah, paket konstruksinya berurutan dari:
Grogol–Petojo → Petojo–Thamrin → Thamrin–Kwitang → Kwitang–Cempaka Baru.
Artinya, Thamrin–Kwitang bukan proyek yang berdiri sendiri, melainkan satu bagian dari rangkaian terowongan MRT yang akan menembus pusat Jakarta menuju kawasan timur. (MRT Jakarta)
🏗️ Segmen mana yang paling dekat?
Saat ini salah satu paket yang sudah masuk proses pengadaan adalah CP104 Thamrin–Kwitang. Tender tersebut mencakup desain, konstruksi, penyelesaian terowongan, tiga stasiun bawah tanah, serta pekerjaan arsitektur dan sistem pendukung stasiun. (MRT Jakarta)
Jadi, masyarakat memang belum bisa naik MRT ke Kwitang dalam waktu dekat. Tetapi prosesnya sudah masuk tahapan nyata: dari perencanaan menuju pengadaan dan konstruksi.
📅 Kapan MRT Timur–Barat beroperasi?
Untuk Fase 1 Tahap 1 Tomang–Medan Satria, target operasi yang tercantum dalam rencana MRT Jakarta adalah 2032. Jalur ini nantinya menjadi salah satu tulang punggung konektivitas Jakarta Barat, pusat kota, Jakarta Timur hingga kawasan Bekasi. (MRT Jakarta)
Dan menariknya, koridor ini nantinya akan bertemu dengan jaringan MRT Utara–Selatan di kawasan Thamrin.
Jadi, kalau hari ini perjalanan Jakarta masih sering dimulai dengan pertanyaan:
“Macet nggak ya?”
Beberapa tahun lagi mungkin pertanyaannya berubah menjadi:
“Naik MRT dari mana?” 😆🚇
Karena Jakarta sedang membangun bukan sekadar jalur kereta, tetapi jaringan transportasi yang membuat perjalanan antarkawasan semakin mudah, cepat, dan terhubung.



