Bagaimana kalau Jakarta punya CFD bukan hanya Minggu, tapi juga Sabtu? 🚲🏃🏻♀️
Wacana Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dua kali seminggu sedang dibahas Pemprov DKI Jakarta. Usulan ini datang dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, dengan pertimbangan memperluas ruang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pengendalian emisi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut usulan tersebut rasional untuk dipertimbangkan, tetapi belum menjadi kebijakan resmi.
🚲 Warga: menarik, tapi tidak semua libur Sabtu
Respons masyarakat pun beragam.
Bagi warga yang bekerja pada Minggu, CFD Sabtu bisa menjadi kesempatan baru untuk berolahraga. Namun, Sabtu juga merupakan hari kerja bagi banyak orang.
Penutupan ruas jalan utama pada jam CFD berpotensi memengaruhi perjalanan menuju kantor, aktivitas bisnis, akses kawasan komersial, hingga perjalanan warga yang memang harus bekerja pada hari tersebut. Karena itu, sebagian masyarakat meminta kebijakan ini tidak hanya melihat kebutuhan warga yang berolahraga, tetapi juga mobilitas warga lainnya.
🚦 Pemprov DKI diminta tidak terburu-buru
Pramono pada 14 September 2026 menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak perlu diambil terburu-buru. Usulan CFD dua kali seminggu perlu dipelajari lebih dalam agar penutupan jalan tidak justru mengganggu aktivitas masyarakat.
Kajian setidaknya perlu mencakup:
- arus lalu lintas dan jalur alternatif;
- jumlah warga yang bekerja pada Sabtu;
- akses menuju perkantoran, hotel, pusat perdagangan dan fasilitas publik;
- integrasi dengan transportasi umum;
- waktu serta durasi pelaksanaan; dan
- pilihan ruas yang paling minim dampaknya terhadap mobilitas.
Saat ini, CFD antara lain berlangsung di Sudirman–Thamrin dan Rasuna Said, sehingga penambahan hari perlu mempertimbangkan karakter kedua koridor tersebut sebagai kawasan dengan aktivitas tinggi.
🌿 Jadi, CFD 2x seminggu?
Belum tentu.
Yang ada saat ini adalah usulan dan kajian, bukan keputusan final.
CFD tambahan memang bisa memberi lebih banyak ruang bagi warga untuk berolahraga dan menikmati kota. Namun, kebijakannya perlu dirancang agar ruang publik bertambah tanpa mengorbankan mobilitas warga yang tetap harus bekerja dan beraktivitas pada Sabtu.
Karena Jakarta bukan hanya kota untuk berolahraga di akhir pekan.
Jakarta juga harus tetap bisa bekerja, bergerak, dan bernapas. 🚲🌿



