Mengenal Bangkitan dan Tarikan Perjalanan: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya
UGCAndalalin

Mengenal Bangkitan dan Tarikan Perjalanan: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

D
Ditulis oleh duniacerita
18 September 20269 dibaca

Mengenal Istilah Bangkitan dan Tarikan Perjalanan dalam Transportasi

Setiap pagi, jalan di sekitar perumahan mulai ramai oleh warga yang berangkat bekerja. Pada waktu yang hampir bersamaan, kendaraan pengantar siswa berdatangan ke sekolah, sementara pekerja menuju perkantoran dan kawasan industri.

Aktivitas tersebut menunjukkan hubungan antara tempat tinggal, lokasi kegiatan, dan kebutuhan perjalanan. Dalam perencanaan transportasi, hubungan ini dipelajari melalui bangkitan dan tarikan perjalanan.

Kedua istilah tersebut membantu menjelaskan bagaimana aktivitas suatu kawasan menghasilkan kebutuhan transportasi. Pemahamannya menjadi dasar untuk memperkirakan pergerakan, merencanakan akses, dan menilai pengaruh pembangunan terhadap lalu lintas.

Apa yang dimaksud dengan bangkitan perjalanan?

Bangkitan perjalanan menggambarkan perjalanan yang dihasilkan oleh aktivitas penduduk atau kegiatan suatu kawasan.

Contoh yang paling mudah ditemukan adalah lingkungan perumahan. Penghuninya perlu bekerja, bersekolah, berbelanja, berobat, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya. Kebutuhan tersebut kemudian menghasilkan perjalanan.

Misalnya, dalam sebuah keluarga:

  • Ayah berangkat ke kantor.
  • Ibu pergi berbelanja.
  • Anak berangkat ke sekolah.

Perjalanan itu muncul karena setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan melakukan kegiatan di tempat lain. Dalam pemodelan perjalanan berbasis rumah, ujung perjalanan yang terkait dengan rumah disebut produksi atau bangkitan perjalanan.

Apa yang dimaksud dengan tarikan perjalanan?

Tarikan perjalanan berkaitan dengan kegiatan yang menjadi alasan orang mendatangi suatu lokasi. Kantor menyediakan pekerjaan, sekolah menyediakan kegiatan pendidikan, sedangkan pasar menyediakan tempat berbelanja.

Contohnya, sebuah rumah sakit dapat menarik perjalanan pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, serta pemasok barang. Karena tujuan dan waktu kedatangannya berbeda, pola perjalanan mereka juga perlu dipahami.

Besarnya bangkitan dan tarikan dapat diperkirakan menggunakan data penduduk, rumah tangga, pekerjaan, siswa, serta karakteristik penggunaan lahan. Pemilihan datanya harus disesuaikan dengan kegiatan yang dianalisis. 

Apa perbedaan bangkitan dan tarikan?

Untuk contoh perjalanan dari rumah menuju kantor, perbedaannya dapat dipahami sebagai berikut:

AspekBangkitanTarikan
FokusKebutuhan perjalanan dari aktivitas rumah tanggaKegiatan yang menarik perjalanan
Contoh dalam perjalanan rumah–kantorUjung perjalanan di rumahUjung perjalanan di kantor
Contoh data pendukungJumlah rumah tangga, anggota keluarga, dan kepemilikan kendaraanJumlah pekerja dan karakteristik kegiatan
Pertanyaan utamaBerapa banyak perjalanan yang dihasilkan?Berapa banyak perjalanan yang terkait dengan kegiatan tujuan?

Namun, bangkitan tidak selalu berarti kendaraan keluar, dan tarikan tidak selalu berarti kendaraan masuk.

Dalam konvensi pemodelan perjalanan berbasis rumah, rumah tetap menjadi ujung produksi dan kantor tetap menjadi ujung atraksi, termasuk ketika seseorang pulang dari kantor. Yang berubah adalah arah asal–tujuannya.

Waktu perjalananAsalTujuanUjung produksiUjung atraksi
Pagi, berangkat bekerjaRumahKantorRumahKantor
Sore, pulang bekerjaKantorRumahRumahKantor

Karena itu, untuk pencatatan di gerbang suatu kawasan, istilah arus masuk dan arus keluar lebih jelas dalam menunjukkan arah kendaraan. Jika keduanya disebut tarikan dan bangkitan dalam suatu laporan, definisi penggunaannya perlu dicantumkan.

Satu orang dapat menghasilkan beberapa perjalanan

Jumlah perjalanan tidak sama dengan jumlah orang.

Seseorang yang berangkat dari rumah ke kantor, kemudian pulang ke rumah, melakukan dua perjalanan satu arah. Jika ia singgah berbelanja dalam perjalanan pulang, rangkaian perjalanannya menjadi:

  1. Rumah menuju kantor.
  2. Kantor menuju toko.
  3. Toko menuju rumah.

Contoh tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui asal, tujuan, dan maksud perjalanan. Menghitung jumlah penduduk saja belum cukup untuk mengetahui seluruh pergerakan yang terjadi.

Apa saja yang memengaruhi jumlah perjalanan?

Karakteristik rumah tangga dan kegiatan merupakan masukan penting. Kawasan dengan lebih banyak rumah terhuni, misalnya, memiliki basis aktivitas yang berbeda dengan kawasan yang sebagian besar bangunannya masih kosong.

Pada lokasi kegiatan, jumlah pekerja, siswa, dan besarnya aktivitas dapat membantu menjelaskan kebutuhan perjalanan. Namun, angka tersebut tetap perlu dilengkapi pengamatan tentang waktu dan cara orang bepergian.

Sebagai contoh, dua sekolah dengan jumlah siswa yang sama belum tentu menghasilkan jumlah kendaraan yang sama. Di sekolah pertama, banyak siswa berjalan kaki atau menggunakan bus sekolah. Di sekolah kedua, sebagian besar siswa diantar dengan kendaraan pribadi.

Perbedaan moda tersebut akan memengaruhi kebutuhan ruang antar jemput, parkir, dan pelayanan akses.

Bagaimana cara memperkirakannya?

Salah satu pendekatan sederhana adalah menggunakan tingkat perjalanan atau trip rate, yaitu jumlah perjalanan per satuan kegiatan dalam periode tertentu.

Bentuk perhitungannya:

Jumlah pergerakan = besaran kegiatan × tingkat pergerakan

Besaran kegiatan dapat berupa jumlah rumah terhuni, jumlah siswa, atau luas bangunan sesuai dengan dasar tingkat perjalanan yang digunakan. Pendekatan lain mencakup analisis kategori dan regresi. 

Bayangkan 40 orang menuju tempat yang sama. Mereka dapat menggunakan satu bus berkapasitas cukup atau 20 mobil jika setiap mobil membawa dua orang.

Jumlah orang yang bepergian tetap 40, tetapi jumlah kendaraannya berbeda.

Oleh karena itu, hasil perhitungan perjalanan orang tidak boleh langsung dianggap sebagai jumlah kendaraan. Pembagian moda dan tingkat keterisian kendaraan perlu diperhitungkan.

Begitu pula dengan satuan waktunya. Angka perjalanan per hari tidak dapat langsung digunakan sebagai angka perjalanan pada satu jam puncak.

Mengapa penting dalam Andalalin?

Dalam penerapannya pada Analisis Dampak Lalu Lintas atau Andalalin, perkiraan bangkitan dan tarikan membantu mengkaji kebutuhan pergerakan yang berkaitan dengan pembangunan.

Misalnya, ketika sebuah sekolah menambah ruang kelas, kajian perlu mempertimbangkan tambahan siswa, cara mereka datang, waktu kedatangan, dan pola kendaraan pengantar setelah menurunkan penumpang.

Hasilnya dapat digunakan untuk mengkaji kebutuhan:

  • Penataan pintu masuk dan keluar.
  • Ruang antar jemput di dalam kawasan.
  • Pengaturan sirkulasi serta parkir.
  • Jalur pejalan kaki dan fasilitas penyeberangan.
  • Hubungan kawasan dengan layanan angkutan umum.

Besarnya bangkitan dan tarikan sendiri belum cukup untuk menyimpulkan bahwa suatu jalan akan macet. Analisis perlu dilanjutkan dengan melihat arah perjalanan, moda, rute, serta kondisi lalu lintas dan pelayanan jaringan.

Bangkitan dan tarikan membantu kita memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kebutuhan transportasi. Dengan data yang tepat, pembangunan dapat direncanakan bersama akses yang aman dan fasilitas perjalanan yang sesuai bagi penggunanya.

#lalulintas
D

duniacerita

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan