Dugaan Limbah B3 Ditemukan di Cikande, Pemeriksaan Masih Berlangsung
UGCK3 Keselamatan

Dugaan Limbah B3 Ditemukan di Cikande, Pemeriksaan Masih Berlangsung

A
Ditulis oleh aliifr_
3 September 2026138 dibaca

SERANG, Katalia.id - Dugaan adanya limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, mendapat perhatian dari Polda Banten. Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Satuan Brimob turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lingkungan dan mengambil sampel material yang ditemukan.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan kondisi udara di sekitar lokasi masih aman dan tidak ditemukan paparan radioaktif yang melewati ambang batas. Meski beberapa sampel diketahui mengandung Potasium-40 (K-40), temuan tersebut belum bisa langsung disebut sebagai pencemaran radioaktif, sebanyak 12 sampel masih diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Kasus ini sekaligus menunjukkan kenapa limbah B3 tidak boleh diperlakukan seperti sampah biasa, limbah B3 memiliki karakteristik yang dapat membahayakan lingkungan maupun kesehatan, sehingga sejak awal harus dikelola dengan cara yang tepat.

Secara umum, pengelolaan limbah B3 tidak hanya berarti membuang atau memindahkan limbah dari satu tempat ke tempat lain. Aturannya mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan serta pengolahan hingga penimbunan.

Pada tahap penyimpanan pun ada ketentuannya, yang dimana limbah B3 harus ditempatkan dalam kemasan yang sesuai dengan karakteristiknya, tidak bocor atau rusak serta memiliki penutup yang mampu mencegah tumpahan ketika dipindahkan maupun diangkut.

Artinya, penanganan limbah B3 seharusnya sudah diperhatikan sejak limbah tersebut dihasilkan. Limbah tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi perlu dipastikan tetap aman selama penyimpanan dan kemudian diserahkan untuk proses pengelolaan berikutnya sesuai ketentuan.

Untuk kasus Cikande sendiri, hasil pemeriksaan laboratorium masih menjadi penentu penting. Masyarakat juga diimbau tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan temuan awal. Menurut Maruli, identifikasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui karakteristik material secara lebih akurat.

keselamatan lalu lintas#PerencanaanKota#UrbanPlanning#keselamatan#nyamanberkendara
A

aliifr_

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan