Mengenal Jenis-Jenis Metode & Teknik Survey Lalu Lintas untuk Kebutuhan Andalalin
Saat hendak mendirikan pusat perbelanjaan, apartemen, rumah sakit, atau fasilitas publik baru, salah satu dokumen perizinan utama yang wajib dipenuhi adalah Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Dokumen ini bertujuan untuk memprediksi sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan akibat pengoperasian kawasan tersebut.
Namun, untuk menghasilkan analisis Andalalin yang akurat, dibutuhkan data awal (baseline) yang riil dan presisi di lapangan. Di sinilah survey lalu lintas memegang peranan kunci.
Lantas, apa saja jenis metode dan teknik survey lalu lintas yang wajib dilakukan dalam proses penyusunan dokumen Andalalin? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Survey Pencacahan Lalu Lintas Ruas Jalan (Traffic Counting / MCC)
Survey pencacahan lalu lintas ruas jalan adalah teknik pengumpulan data untuk mengukur volume arus kendaraan yang melintas di sepanjang koridor jalan utama sekitar lokasi pembangunan.
- Metode: Manual Classified Count (MCC) menggunakan pencatatan langsung oleh surveyor atau hand counter.
- Pelaksanaan: Dilakukan selama jam-jam puncak (peak hours), seperti jam berangkat kerja pagi, jam makan siang, dan jam pulang kerja sore.
- Klasifikasi Kendaraan:MC: Sepeda motor (Motorcycle)LV: Kendaraan ringan (Light Vehicle seperti mobil pribadi, angkot)HV: Kendaraan berat (Heavy Vehicle seperti bus, truk)UM: Kendaraan tak bermotor (Unmotorized)
- MC: Sepeda motor (Motorcycle)
- LV: Kendaraan ringan (Light Vehicle seperti mobil pribadi, angkot)
- HV: Kendaraan berat (Heavy Vehicle seperti bus, truk)
- UM: Kendaraan tak bermotor (Unmotorized)
Fungsi dalam Andalalin: Mengetahui Volume Jam Puncak (VJP) serta tingkat kepadatan jalan eksisting sebelum pembangunan dimulai.
2. Survey Pergerakan Membelok Persimpangan (CTMC)
Persimpangan di sekitar area pembangunan merupakan titik paling rawan kemacetan. Oleh karena itu, dilakukan survey Classified Turning Movement Count (CTMC) untuk mengamati perilaku kendaraan di persimpangan.
- Parameter yang Dicatat:LT (Left Turn / Belok Kiri)ST (Straight Through / Lurus)RT (Right Turn / Belok Kanan)U-Turn (Putar Balik)
- LT (Left Turn / Belok Kiri)
- ST (Straight Through / Lurus)
- RT (Right Turn / Belok Kanan)
- U-Turn (Putar Balik)
Fungsi dalam Andalalin: Menjadi acuan dalam evaluasi kapasitas simpang, penghitungan siklus lampu lalu lintas (APILL), dan penataan Manajemen & Rekayasa Lalu Lintas (MRLL).
3. Survey Bangkitan dan Tarikan Lalu Lintas (Trip Generation & Attraction)
Survey bangkitan dan tarikan merupakan inti dari kajian Andalalin. Metode ini digunakan untuk memprediksi seberapa banyak arus kendaraan baru yang akan dihasilkan oleh kawasan yang akan dibangun.
- Metode: Survey Analog (Analogy Survey) atau Gate Count.
- Cara Kerja: Surveyor melakukan penghitungan jumlah kendaraan yang keluar-masuk (in/out) pada lokasi pengembangan lain yang sejenis (analog) yang sudah beroperasi.
- Contoh: Jika Anda berencana membangun Rumah Sakit Tipe B, maka survey dilakukan di rumah sakit tipe B lain dengan skala dan kapasitas yang mirip.
Fungsi dalam Andalalin: Mendapatkan rumus laju bangkitan (trip rate) untuk memproyeksikan beban lalu lintas 5 hingga 10 tahun ke depan.
4. Survey Inventarisasi Prasarana & Geometrik Jalan
Tidak hanya menghitung kendaraan, kondisi fisik dan fasilitas infrastruktur di sekitar kawasan juga harus dipetakan secara detail.
- Data yang Dikumpulkan:Lebar jalur, lebar bahu jalan, dan lebar trotoar.Tipe jalan (misal: 2 lajur 2 arah, 4 lajur 2 arah terbagi).Kelengkapan jalan (rambu, marka, penerangan jalan, serta posisi bukaan median/U-turn).
- Lebar jalur, lebar bahu jalan, dan lebar trotoar.
- Tipe jalan (misal: 2 lajur 2 arah, 4 lajur 2 arah terbagi).
- Kelengkapan jalan (rambu, marka, penerangan jalan, serta posisi bukaan median/U-turn).
Fungsi dalam Andalalin: Digunakan untuk menghitung Kapasitas Dasar ($C_0$) jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI).
5. Survey Hambatan Samping (Side Friction)
Aktivitas di sisi jalan sangat mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas utama. Survey hambatan samping mencatat berbagai aktivitas non-kendaraan yang mengganggu kapasitas jalan.
- Kejadian yang Dicatat:Pejalan kaki yang menyeberang atau berjalan di badan jalan.Kendaraan berhenti atau parkir liar di tepi jalan (on-street parking).Kendaraan lambat (seperti becak atau gerobak).Kendaraan keluar-masuk pekarangan samping.
- Pejalan kaki yang menyeberang atau berjalan di badan jalan.
- Kendaraan berhenti atau parkir liar di tepi jalan (on-street parking).
- Kendaraan lambat (seperti becak atau gerobak).
- Kendaraan keluar-masuk pekarangan samping.
Fungsi dalam Andalalin: Menentukan bobot kelas hambatan samping sebagai faktor pengurang kapasitas jalan.
6. Survey Kecepatan dan Waktu Tempuh (Travel Time & Speed)
Survey ini bertujuan untuk mengukur kinerja pelayanan koridor jalan (Level of Service) yang terdampak oleh rencana pembangunan.
- Teknik Utama:Spot Speed: Mengukur kecepatan kendaraan pada satu titik menggunakan Radar Speed Gun.Floating Car Method: Surveyor mengendarai kendaraan dan berbaur dalam arus lalu lintas untuk mengukur waktu tempuh rata-rata dan durasi penundaan (delay).
- Spot Speed: Mengukur kecepatan kendaraan pada satu titik menggunakan Radar Speed Gun.
- Floating Car Method: Surveyor mengendarai kendaraan dan berbaur dalam arus lalu lintas untuk mengukur waktu tempuh rata-rata dan durasi penundaan (delay).
7. Survey Aksesibilitas dan Fasilitas Parkir
Survey ini berfokus pada area internal dan gerbang masuk kawasan agar antrean kendaraan tidak meluber ke jalan umum (spillover).
- Parameter yang Diukur:Ketersediaan Satuan Ruang Parkir (SRP).Turnover Rate (tingkat pergantian parkir).Panjang antrean kendaraan (Queue Length) di gerbang (gate) masuk.
- Ketersediaan Satuan Ruang Parkir (SRP).
- Turnover Rate (tingkat pergantian parkir).
- Panjang antrean kendaraan (Queue Length) di gerbang (gate) masuk.
Fungsi dalam Andalalin: Menentukan kecukupan lahan parkir serta jumlah pintu parkir (gate) yang wajib disediakan pengembang.
Penyusunan dokumen Andalalin bukan sekadar formalitas perizinan, melainkan langkah krusial untuk memastikan pembangunan kawasan baru tetap berjalan selaras dengan kenyamanan pengguna jalan. Dengan kombinasi data dari berbagai jenis survey di atas, tim ahli transportasi dan Dinas Perhubungan dapat merumuskan rekomendasi mitigasi kemacetan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan.



