Kenapa Kendaraan Pribadi Masih Dipilih? Ini Alasannya
UGCTransportasi

Kenapa Kendaraan Pribadi Masih Dipilih? Ini Alasannya

D
Ditulis oleh duniacerita
•12 Oktober 2026•1 dibaca

Kenapa Orang Masih Memilih Kendaraan Pribadi daripada Transportasi Umum?

Jakarta, Katalia.id - Kemacetan membuat perjalanan melelahkan. Namun, meninggalkan motor atau mobil pribadi juga belum tentu terasa mudah. Jika naik transportasi umum mengharuskan berjalan jauh, menunggu kendaraan, dan berganti rute beberapa kali, pilihan berkendara sendiri bisa terasa lebih praktis.

Alasan memilih kendaraan pribadi berkaitan dengan kenyamanan, waktu perjalanan, akses, dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, memahami pilihan masyarakat perlu dimulai dari pengalaman perjalanan mereka sejak keluar rumah hingga tiba di tujuan.

Kenyamanan dan Waktu Menjadi Pertimbangan

Laporan ITDP Indonesia yang diterbitkan pada Juni 2025 merangkum studi Jabodetabek tahun 2023. Dalam studi tersebut, kenyamanan sebesar 37,6% dan waktu tempuh sebesar 27% merupakan dua hambatan yang paling banyak disebutkan nonpengguna transportasi publik untuk beralih menggunakan layanan tersebut. Angka ini menggambarkan konteks studi Jabodetabek, bukan seluruh masyarakat Indonesia. Sumber: laporan ITDP Indonesia, halaman tercetak 79.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa tarif bukan satu-satunya pertimbangan. Pengguna juga memikirkan pengalaman selama perjalanan: apakah harus berdiri, berapa lama menunggu, dan apakah bisa tiba sesuai jadwal.

Mobil pribadi menawarkan ruang yang lebih privat. Sementara itu, motor dapat terasa praktis untuk perjalanan langsung menuju tujuan. Keduanya tetap memiliki keterbatasan, termasuk kemacetan, kebutuhan parkir, dan risiko keselamatan.

Cocok Buat anda : Tarif TRANSJAKARTA NAIK 2027

Akses dari Rumah ke Halte Belum Tentu Mudah

Transportasi umum bisa melayani koridor utama, tetapi perjalanan penumpang sering dimulai dari gang atau kawasan permukiman.

Bayangkan seseorang harus berjalan menuju jalan besar, naik kendaraan penghubung, lalu berpindah ke bus. Setelah turun, ia masih perlu melanjutkan perjalanan menuju kantor. Ini merupakan contoh situasi yang dapat membuat kendaraan pribadi terasa lebih sederhana.

Akses menuju halte dan stasiun menjadi bagian penting dari layanan. Trotoar yang nyaman, penyeberangan yang aman, serta kendaraan penghubung membantu membuat perjalanan lebih mudah dilakukan.

ITDP Indonesia memasukkan perbaikan fasilitas pejalan kaki sebagai bagian dari dukungan perencanaan transportasi berkelanjutan di Medan. Pendekatan ini memperlihatkan hubungan antara layanan angkutan dan akses di sekitarnya. Sumber: ITDP Indonesia.

Jadwal Aktivitas Membutuhkan Fleksibilitas

Tidak semua orang berangkat dan pulang pada jam yang sama. Ada pekerja dengan jadwal bergilir, pedagang yang membawa barang, atau orang tua yang harus mengantar anak sebelum bekerja.

Dalam situasi seperti itu, kendaraan pribadi memberi keleluasaan menentukan waktu keberangkatan dan mendatangi beberapa tempat dalam satu perjalanan.

Transportasi umum akan lebih mudah dipilih jika jam operasional, cakupan rute, dan frekuensi layanannya sesuai dengan kebutuhan tersebut. Informasi perjalanan yang jelas juga membantu pengguna merencanakan aktivitas.

Biaya Perjalanan Tidak Berhenti pada Harga Tiket

Tiket yang terjangkau belum tentu berarti seluruh perjalanan terasa murah. Penumpang mungkin perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mencapai halte atau melanjutkan perjalanan dari stasiun.

Sebaliknya, kendaraan pribadi juga memiliki biaya yang mudah luput dari perhitungan. Selain bahan bakar, ada parkir, perawatan, pajak, dan penurunan nilai kendaraan.

Perbandingan yang adil perlu menghitung biaya dari rumah hingga tujuan. Untuk kendaraan pribadi, pengeluaran berkala juga perlu diperhitungkan. Hasilnya dapat berbeda menurut jarak, rute, jumlah penumpang, dan jenis kendaraan.

Kebiasaan Membuat Perubahan Terasa Merepotkan

Orang yang terbiasa berkendara sendiri sudah mengetahui rute, tempat parkir, dan waktu keberangkatan yang sesuai. Beralih ke transportasi umum berarti mempelajari hal baru, mulai dari titik naik hingga cara berpindah layanan.

Sebagai pertimbangan praktis, informasi yang mudah dipahami dapat membantu mengurangi kerepotan tersebut. Peta rute, petunjuk perpindahan, dan penjelasan pembayaran membuat calon pengguna lebih siap mencoba perjalanan pertama.

Pengalaman pertama pun penting. Perjalanan yang mudah dijalani memberi alasan untuk kembali menggunakan layanan yang sama.

Apa yang Bisa Membuat Orang Beralih?

Berdasarkan persoalan tersebut, perbaikan yang relevan meliputi:

  • Layanan yang dapat diandalkan, dengan waktu tunggu dan informasi kedatangan yang jelas.
  • Akses yang mudah, termasuk trotoar, penyeberangan, dan kendaraan penghubung.
  • Perpindahan yang sederhana, sehingga penumpang tidak kesulitan mencari layanan berikutnya.
  • Kenyamanan dan keamanan, baik di kendaraan maupun tempat menunggu.
  • Biaya keseluruhan yang terjangkau, termasuk perjalanan menuju dan dari titik pemberhentian.

Pilihan kendaraan pribadi dapat dipahami sebagai respons terhadap kebutuhan perjalanan. Agar transportasi umum menjadi pilihan sehari-hari, manfaatnya perlu terasa sejak penumpang keluar rumah.

Ketika perjalanan lebih mudah direncanakan, nyaman dijalani, dan sesuai dengan aktivitas, masyarakat memiliki alasan yang lebih kuat untuk meninggalkan kendaraan pribadi.

REKOMENDASI : SIM DIGITAL BISA DIPAKAI

Kendaraan Pribadi, Transportasi Umum, Mobilitas Perkotaan
D

duniacerita

UGC Contributor

Kontributor User Generated Content (UGC) Katalia Global Consult

Gabung Jadi Penulis
Bagikan